Pakan Ikan Lele


Pakan merupakan suatu hal yang paling penting dalam budidaya ikan. Untuk ikan-ikan kecil seperti ikan hias atau benih ikan ketersediaan pakan dapat diperoleh dengan membudidayakan pakan alami. Selain biayanya lebih murah pakan alami juga cocok untuk ikan-ikan kecil karena ukurannya yang sesuai dengan bukaan mulut ikan. Selain itu bagi beberapa jenis ikan hias pakan alami juga dapat merangsang warna yang cerah pada tubuh ikan hias.

Untuk kegiatan pembesaran ikan, pakan alami dirasakan tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan. Untuk itu dibutuhkan pakan buatan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan yang akan dibesarkan. Pakan buatan bisa dibuat sendiri dengan membeli bahan-bahan bakunya, namun kekurangannya bagi pembudidaya ikan tradisional sulit untuk menghitung komposisi nutrisi dari bahan-bahan baku pakan ikan tersebut karena ketidak tersediaan alat-alat untuk menghitung komposisi nutrisi tersebut. Akibatnya nilai nutrisi pakan yang dibuat juga tidak diketahui apakah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ikan atau belum.

Alternatif lain adalah dengan membeli pakan buatan pabrik yang sudah jelas tercantum komposisi nutrisinya sehingga kita bisa menakar berapa jumlah pakan yang harus diberikan ke ikan. Namun kekurangannya dibandingkan pakan buatan sendiri, harga pakan buatan pabrik ini relatif lebih mahal.

Ikan lele membutuhkan pasokan protein yang lumayan tinggi karena ikan lele merupakan ikan karnivora. Dari pengamatan di lapangan, semakin tinggi kandungan protein pakan maka akan semakin tinggi pula harganya. Ini dikarenakan beberapa bahan baku penyumbang protein dalam pakan masih harus dipenuhi kebutuhannya lewat jalur impor dari luar negeri. Saat tulisan ini dibuat harga pakan ikan lele sekitar lebih dari Rp. 7500 per kilogram. Tingginya kebutuhan pakan akan meningkatkan impor bahan baku pembuat pakan. Sedangkan pemngimpor bahan baku tersebtu bukan hanya Indoneisa. Secara tidak langsung hal ini akan menyebabkan tingginya harga pakan.

Beberapa alternatif diusahakan untuk mengatasi tingginya harga pakan ini. Beberapa petani lele mencoba beberapa alternatif pakan untuk mengurangi pakan buatan yang dirasa mahal. Beberapa contoh alternatif tersebut seperti limbah sisa restoran, keong mas, bangkai ayam, dan lain-lain.

Ikan lele merupakan ikan karnivora yang cenderung akan memakan segalanya. Limbah restoran yang berupa sisa-sisa makanan atau limbah masakan banyak diberikan ke ikan lele. Kelebihannya limbah ini cenderung murah, bahkan petani cenderung hanya menyediakan ongkos angkut saja. Namun kekurangannya kandungan nutrisinya tidak seimbang. Selain itu sisa restoran yang mengandung minyak dan bumbu-bumbu lain akan mengakibatkan air jadi tercemar sehingga tidak baik untuk kehidupan ikan lele yang dipelihara.

Keong mas merupakan hama di sawah dan dengan mudah dapat. Selain itu keong mas merupakan pakan alami yang mengandung protein yang tinggi. Meskipun mudah diperoleh namun untuk pemeliharaan ikan lele skala besar keong mas ini dirasa tidak mencukupi. Mungkin perlu dilakukan budidaya keong mas untuk mencukupi kebutuhan pakan ikan lele.

Contoh yang terakhir adalah bangkai ayam. Di setiap peternakan ayam apalagi yang berskala besar sering ditemui ayam yang sudah mati. Bangkai ayam ini dapat dipergunakan sebagai pakan ikan lele setelah terlebih dahulu dibersihkan bulu-bulunya. Namun kekurangannya banyak pengumpul ikan lele yang tidak mau menerima hasil panen jika hasil panennya itu diberi pakan bangkai ayam. Alasannya karena mereka menganggap bahwa ikan lele yang diberi makan bangkai ayam akan lebih mudah susut beratnya sehingga pengumpul bisa rugi. Memang belum ada percobaan yang bisa membuktikan apakah ucapan para pengumpul tersebut benar. Maka dari itu harus dibuktikan dengan suatu penelitian ilmiah. Bisa jadi ucapan pengumpul tersebut merupakan hasil propaganda para perusahaan produsen pakan agar pembudidaya lele terus menggunakan pakan buatan pabrik.

Tulisan ini dipublikasikan di Perikanan dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Pakan Ikan Lele

  1. Ulasan Mas Adhitya sepertinya menggambarkan orangnya sudah pengalaman dibidang ternak lele.

    • aditkilus berkata:

      makasih mas/mbak, sebenarnya bukan pengalaman saya aja sih, tapi pengalaman rekan-rekan saya juga. mereka yang lebih berpengalaman. saya yang ngerangkum pengalaman-pengalaman tadi dalam tulisan ini.

  2. megan mahmud berkata:

    Saya memfokuskan
    usaha pada
    pembenihan bibit lele
    sangkuriang.
    Bagi yang
    membutuhkan bibit
    lele
    sangkuriang. Untuk
    wilayah Solo
    dan
    sekitarnya saya antar
    gratis.
    Bibit
    berkualitas karena
    dari indukan
    bersertifikat dari
    BBAT. Kami
    siap
    membantu Anda
    sukses dalam
    berternak lele.
    Konsultasi gratis.
    Saya tidak menjual
    bibit saja.
    Bibit
    yg saya kirim. Bila
    sudah panen
    akan
    saya beli bila Anda
    kesulitan
    menjual. Bila Anda
    butuh lele
    konsumsi saya juga
    siap. Semua
    harga bisa dinego.
    Pelanggan
    adlah raja. Saya ingin
    Anda
    untung besar,
    kapanpun Anda
    sms pasti secepatnya
    kami
    balas, pelayanan
    kami adalh yg
    utama. Anda sukses
    saya jg ikut
    sukses itu prinsip
    saya. Hub
    085642057643
    alamat Ngablak Rt/
    Rw 03/06,
    Karangmojo,
    Tasikmadu,
    Karanganyar, Solo
    meganmahmud@
    gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s