Nasruddin, Bapak Lele Sangkuriang


Sebagai orang yang berkecimpung di dunia “perlelean” nama abah Nasrudin sudah tidak asing lagi di telinga, walaupun saya belum pernah berjumpa dengan sosoknya langsung. Namun demikian kebesaran namanya sudah sering terdengar. Gelar dari masyarakat berupa “Profesor Lele Sangkuriang” sangat cocok disandangnya sesuai dengan kebiasaannya yang suka menyebar ilmu budidaya lele sangkuriang.

Saat pertama kali berbudidaya ikan lele, Nasrudin sempat malu karena mengira anak kodok (kecebong) yang muncul di kolamnya sebagai benih ikan lele. Awalnya Nasrudin gembira melihatnya, namun kegembiraannya itu sirna dan dia tersipu malu ketika diberi tahu bahwa yang dikira anak ikan lele itu adalah kecebong. Kodok betina yang masuk ke kolam tanpa diketahui, bertelur dan menetas bersama dua indukan ikan lele betina dan seekor jantan.

“Kecebong disangka anak lele. Ngerakeun pisan (sangat memalukan),” kata Nasrudin, menuturkan awal usahanya menjadi peternak ikan lele. Kini, dia tak lagi dipermalukan atas ketidaktahuannya. Nasrudin sudah tersohor berkat lele sangkuriang. Dia mengawali usaha beternak lele dengan benih sekitar 100.000 lele sangkuriang yang diperoleh dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi.

Lele sangkuriang ini merupakan perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina lele dumbo generasi kedua (F2) dan jantan lele dumbo generasi keenam (F6). Induk betina (F2) berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia pada 1985.

Petugas penyuluh pertanian dan perikanan setempat memberikan bimbingan beternak ikan secara benar. Berkat ketekunannya, Nasrudin berhasil mengembangkan ikan lele sangkuriang.

Dia kini sudah menjadi “pendekar lele”, bukan saja mahir dalam membesarkan lele dengan jurus-jurus yang jitu, tetapi juga mampu mengobati lele yang diserang penyakit, seperti radang kulit, dengan obat herbal ramuannya sendiri. Obat ini diberikan cuma-cuma kepada yang memerlukan.

Sejak 2005, dia menjadi pelatih bagi kelompok dari sejumlah daerah, termasuk sejumlah karyawan perusahaan swasta dan pemerintah menjelang pensiun yang ingin beternak lele. Namanya pun sohor menjadi “Nasrudin Lele” dari Desa Gadog. Bahkan, kalangan pembudidaya lele dan warga setempat menjuluki Nasrudin dengan sebutan Bapak Letkol—akronim dari Lele Kolam yang dipelesetkan menjadi Letkol—sehingga dia kemudian disebut “Letkol” Nasrudin. Biaya pelatihan yang harus dibayarkan juga terbilang murah jika dibandingkan biaya pelatihan dari sebuah majalah pertanian di Indonesia atau lembaga-lembaga pelatihan sejenis. Konon katanya biaya pelatihan tersebut hanya untuk akomodasi pelatihan berupa penginapan dan konsumsi selama tiga hari dua malam. Nasrudin tidak mengambil keuntungan dari pelatihan tersebut.

Petani lele sangkuriang dari Desa Gadog ini kini lebih jauh berangan-angan membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran dengan memelihara lele. Suatu angan-angan yang sangat mulia tentunya. “Budidaya lele tidak terlalu sulit, teknologinya juga mudah dan tiga bulan sudah bisa dipanen. Masyarakat kecil bisa membudidayakan lele di halaman rumahnya. Cukup dengan lahan minim, hanya dengan luas 1 meter x 1 meter, serta modal Rp 75.000 untuk bibit dan pakan, sudah bisa beternak lele skala kecil,” kata Nasrudin seperti saya kutip dari kompas.

Dia tak segan-segan membagi pengetahuan memelihara lele secara benar kepada mereka yang ingin membudidayakan lele. Dia juga siap membantu mereka yang datang menimba ilmu di Gadog. Sejumlah petugas penyuluh pertanian dan perikanan serta pakar perikanan pun mendukung kegiatan Nasrudin membudidayakan lele sangkuriang dan melakukan pelatihan. Dukungan ini membuat Nasrudin bersemangat dan bertambah yakin akan angan-angannya untuk menjadikan Desa Gadog sebagai sentra budidaya lele sangkuriang.

Nasrudin kini menjabat sebagai Ketua Gabungan Kelompok (Gapok) Budidaya Ikan Lele Sangkuriang “Cahaya Kita” untuk wilayah tengah Provinsi Jabar dengan pusat aktivitas di wilayah Kabupaten/Kota Bogor. Nasrudin yang puluhan tahun sebagai petani padi dan kemudian beralih menjadi pembudidaya lele ini, bersama kelompok pembenih lele sangkuriang yang tergabung dalam Gapok Cahaya Kita, ingin memproduksi sekitar 1,5 juta benih lele sangkuriang setiap bulan untuk memasok anggota kelompok budidaya lele sangkuriang yang saat ini berjumlah sekitar 50 orang.

Dengan produksi benih sebanyak itu, kelompok budidaya/pembesar ikan lele sangkuriang diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan lele di wilayah Jakarta. Adapun kebutuhan lele di wilayah Jabotabek diperkirakan sekitar 75 ton sehari. Pemasoknya bukan saja berasal dari petani lele Jabar, tetapi juga dari Jawa Tengah. “Saat ini boro-boro memasok ke Jakarta, untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kota/Kabupaten Bogor saja kekurangan. Kami peternak lele sangkuriang di daerah Gadog dan sekitarnya, meliputi Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, baru mampu memproduksi sekitar 3 ton per hari dari kebutuhan sekitar 10 ton,” kata “Letkol” Nasarudin. Dari kolamnya sendiri, Nasrudin baru mampu memasok sekitar 2 ton per minggu kepada pelanggannya. Lele sangkuriang dijual Rp 10.500-Rp 11.000 per kilogram.

Masa depan budidaya lele cukup cerah. Apalagi, menurut Muhamad Abduh Nur Hidayat, anggota staf Ditjen Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan, ikan lele akan dijadikan komoditas ketahanan pangan. Konsepnya kini sedang disiapkan. Ikan lele saat ini sudah digemari oleh kalangan bawah sampai atas. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sempat mempromosikannya dengan menikmati ikan lele di kampung lele Boyolali, Jateng, tahun 2007.

Andil pedagang tenda pecel lele di Jabotabek dan daerah lainnya cukup besar dalam meningkatkan produksi ikan lele. “Sekarang lele juga dijual di restoran, bahkan sampai ke daerah Kalimantan Barat yang dulu tak suka ikan lele,” kata Muhamad Abduh Nur Hidayat, penasihat Gapok Cahaya Kita.

Lele sangkuriang yang dirilis sebagai varietas unggul oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri pada 2004 ini lebih cepat dipanen dibandingkan jenis ikan lainnya dan tahan penyakit. Ukurannya lebih besar dibandingkan lele jenis lain. Dua bulan sudah bisa dipanen. Rasa dagingnya juga lebih gurih dibandingkan lele jenis lain. “Karena itu, tak heran kalau lele sangkuriang disukai konsumen,” kata “Letkol” Nasrudin.(kompas.com)

Abah Nasrudin, begitu orang-orang juga banyak memanggilnya memiliki cita-cita yang tinggi. Baliau ingin memberantas pengangguran di Indonesia lewat budidaya lele. Visinya akan budidaya lele mungkin tidak dimiliki oleh sebagian besar sarjana perikanan yang setelah lulus orientasinya hanya bekerja mencari nafkahnya pribadi. Dari sebuah tayangan di televisi tentang abah Nasrudin ini dapat dilihat bahwa Abah Nasrudin adalah orang yang sangat sederhana, bahkan salah seorang muridnya berkata jika abah ingin menjadi orang kaya lewat lele ini, maka abah bisa menjadi kaya. Namun Abah lebih memilih hidup sederhana. Kekayaan yang sebenarnya yang telah beliau miliki adalah ilmu yang bermanfaat yang telah dia bagi-bagikan kepada banyak orang. Mungkin suatu saat, saya bisa bertemu beliau untuk menimba dan bertukar ilmu dan pengalaman.

Pos ini dipublikasikan di Perikanan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Nasruddin, Bapak Lele Sangkuriang

  1. dian lele berkata:

    Jual benih ikan lele sangkuriang & phyton segala ukuran.harga murah kwalitas unggulan di

    kembangkan dari kolam bak terpal yang telah terbukti kwalitasnya kuat untuk pengiriman jarak jauh

    serta cepat adap tasi di lingkungan apapun.

    menjual benih serta indukan ikan lele sangkuring & phyton

    * – benih ikan lele ukuran 2-3 panjang ikan 3-4 cm harga Rp.60/ekor
    * – benih ikan lele ukuran 3-4 panjang ikan 4-5 cm harga Rp.80/ekor
    * – benih ikan lele ukuran 3-5 panjang ikan 5-6 cm harga Rp.100/ekor
    * – benih ikan lele ukuran 4-6 panjang ikan 6-7 cm harga Rp.125/ekor

    BUKAN yang TERBAIK” BUKAN yang MURAH” TAPI KITA BERUSAHA BUAT yang TERBAIK UNTUK ANDA

    Melayani pesanan pengiriman

    1. antar kota
    2. antar provinsi
    3. antar pulau diseluruh Indonesia

    untuk informasi cara ternak ikan lele

    * budidaya pembesaran
    * pemeliharaan serta perawata pada ikan lele
    * kiat kiat sukses
    * pengobatan penyakit ikan lele
    * pemasaran ikan lele benih dan konsumsi
    * mengalih bisnis perikanan

    Silahkan kunjungi via Google di alamat : http//Pbenih.blogspot.com

    dian lele ……………………..Hp 087733662287 sms / telpon

    *******************************************************************

  2. Sulaeman berkata:

    Mas, tau alamat abah Nasrudin ga? saya mau ikut kursusnya. Makasih…

  3. PDN berkata:

    Bapak lele sy nanya kalau indukan phiton / sangkuriang dijual engga yg siap mijah kalau ada berapa perpaketnya terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s