Ayam Tiren untuk Pakan Ikan Lele


Ikan lele merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi pada saat ini. Kebutuhannya yang tinggi menyebabkan ikan lele dicari juga karena harganya yang murah, cocok untuk makanan semua kalangan. Bahkan orang-orang dari kalangan menengah keatas pun sekarang sudah melirik ikan lele sebagai makanan favorit. Ikan lele yang jaman dulu merupakan ikan kelas bawah mulai naik kelasnya dengan dihidangkannya ikan lele di restoran-restoran.

Jaman dulu ikan lele dikenal oleh sebagian masyarakat sebagai ikan yang jorok. Bayangan kebanyakan orang akan kolam pemeliharaan lele adalah kolam yang salah satu sudutnya terletak jamban untuk buang air besar yang langsung jatuh ke kolam. Padahal tidak sepenuhnya hal itu benar (meskipun ada sebagian). Pada dasarnya ikan lele merupakan ikan jenis karnivora (pemakan daging) yang cenderung kearah omnivora (pemakan segalanya). Maka dari itu apapun pakan yang kita berikan kedalam kolam pemeliharaan ikan lele akan langsung diserbu oleh ikan-ikan lele yang dipelihara. Termasuk yang dari sudut kolam tadi.

Namun karena permintaan ikan lele saat ini sudah banyak maka petani ditunut untuk memberi pakan ikan yang dipeliharanya dengan pakan yang benar-benar pakan karena petani dituntut menghasilkan ikan lele yang sehat, bersih dan berkualitas. Pakan berbentuk pellet buatan pabrikpun akhirnya digunakan untuk memelihara ikan lele ini. Akhirnya jaman sekarang ikan lele yang dihasilkan adalah ikan lele bersih, sehat, dan berkualitas sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen.

Karena mahalnya harga pakan banyak pembudidaya / petani ikan lele mencari alternatif pakan yang murah dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele yang dipelihara. Setidaknya untuk mengurangi penggunaan pakan buatan pabrik. Salah satu alternatif pakan yang dapat digunakan untuk sumber pakan ikan lele adalah ayam tiren (mati kemaren). Ayam tiren adalah bangkai ayam yang mati di kandang pemeliharaan atau tidak layak konsumsi. Ayam tiren ini dapat digunakan sebagai alternatif pakan karena memiliki kandungan gizi yang baik (walaupun saya belum menemui analisa gizi dari ayam tiren, sepertinya dibutuhkan penelitian untuk ini).Tidak adanya standard nilai gizi untuk ayam tiren membuat kita harus menebak-nebak berapa ayam yang harus diberikan.

Ayam tiren dapat diperoleh dari kandang pemeliharaan ayam ras terutama kandang dengan skala menengah keatas. Disitu setiap hari pasti ada ayam yang mati. Ayam tiren tersebut kemudian akan dijual dengan harga sangat murah kepada pembeli. Bahkan ada juga yang hanya membayar uang rokok kepada penjaga kandang. Dari pengalaman saya satu karung ayam tiren berisi 15-20 ekor saya membayar Rp. 40.000 (itu sudah mahal). Usahakan untuk memilih ayam tiren yang masih segar (matinya belum terlalu lama) untuk menghindari berkembangnya penyakit dari ayam ke lele atau ke manusia. Namun dari pengalaman saya yang lain, seringkali kita harus berebut dengan “oknum” penjual fried chicken yang biasa menggunakan ayam tiren untuk ayam goreng buatannya. Kalau kita bisa kerjasama dengan yang punya kandang, daripada dijual untuk fried chicken lebih baik untuk pakan lele.

Ada beberapa cara untuk memberikan ayam tiren ke ikan. Pertama dengan membakar terlebih dahulu ayam tersebut untuk menghilangkan bulu-bulu dan mungkin sebagian bibit penyakit yang ada di ayam tiren, dan setelah itu langsung dilemparkan kedalam kolam. Kedua dengan mengikat ayam ditali yang digantungkan di kolam, jadi jika daging sudah habis tulang belulang dapat diangkat sehingga tidak mengotori kolam. Ketiga dengan mencincang daging ayam dan kemudian dilemparkan kedalam kolam.

Adanya penyakit-penyakit di ayam seperti flu burung mengharuskan kita untuk hati-hati jika memberi makan ikan lele menggunakan ayam tiren. Usahakan gunakan sarung tangan dan pakaian tertutup (dari plastik) untuk menghindari kontak langsung dengan ayam tiren. Usahakan juga setelah menangani ayam tiren langsung mandi bersih menggunakan sabun dan shampoo.

Selama menggunakan ayam tiren belum ada permasalahan yang saya hadapi. Hanya saja menurut beberapa orang akan ada masalah dalam penggunaan ayam tiren. Menurut salah seorang kawan yang bekerja di sebuah industri pakan ikan, pemberian ayam tiren akan membuat ayam menjadi kuning. Dari hasil analisa saya, memang ada beberapa ekor lele yang berwarna kuning, bahkan waktu tidak diberi pakan ayam tiren. Mungkin hal ini disebabkan gangguan fungsi hati (seperti hepatitis pada manusia). Saya berpikir seperti itu karena saya pernah terkena hepatitis. Jika hal itu terjadi saya sudah siapkan ramuan herbal seperti yang diberikan ke saya waktu saya terkena hepatitis.

Masalah selanjutnya adalah kabar bahwa jika ikan lele diberi ayam tiren maka beratnya akan cepat susut sehingga merugikan pengumpul yang membeli hasil panen. Sebenarnya belum ada bukti tentang hal ini. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini, karena bisa jadi isu seperti ini hanya merupakan akal-akalan produsen pakan yang menyebarkan isu ke pengumpul agar para petani secara penuh menggunakan pakan buatan pabrik. Untuk mahasiswa perikanan, mungkin ada yang tertarik meneliti tentang ini???

 

 

Pos ini dipublikasikan di Perikanan dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Ayam Tiren untuk Pakan Ikan Lele

  1. Dani Wahyudin berkata:

    Pengalaman saya juga tuh. Ikan lele yang saya pelihara saya kasih makan bangkai ayam dari peternakan, waktu mau panen tengkulaknya nanya dikasih makan apa. Saya jawab bangkai ayam, tapi akhirnya tengkulaknya ga mau ngangkat. Katanya ikannya cepet susut, bisa rugi saya. Akhirnya saya jual murah deh ikan saya. Waktu periode tanam selanjutnya saya ga bilang ke tengkulaknya kalo dikasih makan bangkai ayam. Harga normal…

    • aditkilus berkata:

      iya betul, biasanya sebelum panen pengumpul jalan-jalan dulu tuh keliling kolam untuk nyari sisa-sisa ayam tiren. nah, kalo saya siasatin pake cara ayamnya digantung, biar tulangnya gampang dibuang. jadi ga ketauan kalo pake ayam tiren.

    • Rama ramdani berkata:

      kang minta informasi ramuan herbaul buat hepatitisnya dong.. hehe

      perkenalkan saya Rama
      peternak dari daerah bandung
      085720446891

      • aditkilus berkata:

        Salam kenal Kang Rama…
        Sekitar tahun 2001 saya terkena sakit hepatitis atau sakit kuning karena waktu itu seluruh tubuh saya menguning. Waktu itu saya menjalani terapi menggunakan jamu temulawak. Rasanya pait banget kalo ga dicampur gula. Nah, ini juga yang mengilhami saya buat ngasih jamu temulawak ke ikan lele kalo ikan lele menguning. Dosis pemberian saya masih asal aja. Tapi hati-hati, soalnya kata dokter saya waktu itu minum temulawak banyak2 bisa ada efek samping ke lambung. Makanya saya ngasih temulawaknya kadang secukupnya aja.

  2. adhi berkata:

    bos kalo boleh tau lokasi dimana ya?
    saya juga sedang menjajaki budidaya lele,kecil-kecilan sih…hehehee
    kalo untuk nyari ayam tiren biasanya kemana ya?
    makasi

    • aditkilus berkata:

      saya lokasi di bogor. biasanya nyari ayam tiren di kandang-kandang ayam yang skalanya besar. pasti ada ayam yang mati. kalo di deket rumah saya ada kandang besar tapi dia udah punya kolam lele sendiri jadi ayam matinya ga dijual. Ada teman saya dapat ayam mati di pasar-pasar induk, tapi gatau gimana cara dapetinnya. Saingannya banyak sih…

  3. megan mahmud berkata:

    Saya memfokuskan
    usaha pada
    pembenihan bibit lele
    sangkuriang.
    Bagi yang
    membutuhkan bibit
    lele
    sangkuriang. Untuk
    wilayah Solo
    dan
    sekitarnya saya antar
    gratis.
    Bibit
    berkualitas karena
    dari indukan
    bersertifikat dari
    BBAT. Kami
    siap
    membantu Anda
    sukses dalam
    berternak lele.
    Konsultasi gratis.
    Saya tidak menjual
    bibit saja.
    Bibit
    yg saya kirim. Bila
    sudah panen
    akan
    saya beli bila Anda
    kesulitan
    menjual. Bila Anda
    butuh lele
    konsumsi saya juga
    siap. Semua
    harga bisa dinego.
    Pelanggan
    adlah raja. Saya ingin
    Anda
    untung besar,
    kapanpun Anda
    sms pasti secepatnya
    kami
    balas, pelayanan
    kami adalh yg
    utama. Anda sukses
    saya jg ikut
    sukses itu prinsip
    saya. Hub
    085642057643
    alamat Ngablak Rt/
    Rw 03/06,
    Karangmojo,
    Tasikmadu,
    Karanganyar, Solo
    meganmahmud@
    gmail.com

  4. nabih9 berkata:

    kalau tanpa dibakar gimana boss???

    • aditkilus berkata:

      bisa aja sih kalo ga dibakar. saya dibakar biar (sugestinya) kuman2 pada mati. jadi aman buat ikan sama aman buat manusianya. lagian kalo dibakar kan bulu2nya bisa ilang tuh, jadi ikannya lebih enak makannya (kali…)

  5. badawi berkata:

    kalo ayamnya di rebus bgaimana,,bagus gak??makasih

  6. badawi berkata:

    kalo ayamnya di rebus bgaimana,,bagus gak??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s