Stella Awards, Sepertinya Cocok di Indonesia


Negara Indonesia adalah negara hukum. Setidaknya itulah yang jelas berbunyi di UUD 1945 yang telah diamandemen empat kali. Jadi semua masalah, permasalahan, dan semua kehidupan di Indonesia diatur oleh hukum. Namun apakah hukum yang berlaku di Indonesia itu? Berkiblat kemanakah hukum di Indonesia?

Seperti kita ketahui, hukum dan perundang-undangan dibuat oleh manusia. Dalam hal ini di Indonesia dibuat oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang memiliki fungsi legislasi. Harus diakui, manusia tidak ada yang sempurna begitu pula dengan hukum yang dibuat. Masih ada saja celah-celah untuk diakali oleh orang-orang yang berkepentingan. Cerita tentang hukum yang bisa dimainkan ini bisa dilihat dari cerita tentang Stella Awards di negara Amerika Serikat.

Stella Liebeck

Stella Awards adalah penghargaan yang diberikan untuk gugatan paling “konyol” di Amerika Serikat. Penggugat mendapat ganti rugi besar justru karena ulah dan kekonyolannya sendiri. Stella Award juga diberikan sebagai penghargaan untuk para juri di negara tersebut. Nama Stella Award sendiri berasal dari Stella Liebeck seorang nenek berusia 79 tahun yang menggugat McDonald karena nenek tersebut menumpahkan kopi yang dibelinya di McDonald ke dirinya sendiri. Liebeck menggugat McDonald dan dinyatakan menang. Kasus Stella mengilhami pemberian penghargaan ini. Penghargaan ini juga disponsori oleh organisasi pengacara AS.

Banyak kasus kasus yang menjadi nominasi dan menang mendapat Stella Awards. Jika dilihat kasus-kasus tersebut benar kasus-kasus yang konyol dan mungkin bisa dibilang malah tidak adil. Coba lihat saja kasus seperti Kathleen Robertson dari Texas. Robertson memenangkan ganti rugi dari dewan juri sebesar $780.000 setelah ia menggugat sebuah toko furnitur. Robertson menggugat toko itu karena pergelangan kakinya patah setelah tersandung anak laki-laki yang berlarian di dalam toko tersebut. Pemilik toko furnitur sangat terkejut terhadap isi putusan tersebut, mengingat anak lelaki yang “badung” itu adalah anak kandung Robertson sendiri. Bingung kan…

Lain lagi dengan Carl Truman dari Los Angeles. Pria berusia 19 tahun ini memenangkan ganti rugi sebesar $74.000 dan biaya perawatan kesehatan setelah tetangganya melindas tangannya dengan Honda Accord. Truman tampaknya tidak menyadari bahwa tetangga pemilik Accord tersebut sedang berada di balik setir mobil itu ketika Truman berusaha mencuri velg mobil tersebut. Yang salah siapa coba…??

Terrence Dickson dari Bristol, Pennsylvania juga unik. Dickson sedang berusaha meninggalkan rumah yang baru saja ia rampok dengan melewati pintu garasi. Namun, ia tidak bisa membuat pintu garasi otomatis itu membuka ke atas karena pintu itu sedang rusak. Dickson juga tidak bisa kembali ke rumah itu. Karena ketika ia menutup pintu yang menghubungkan garasi dengan rumah, pintu itu terkunci secara otomatis. Karena keluarga pemilik rumah sedang berlibur, Dickson terkunci di garasi selama delapan hari dan bertahan hidup dengan meminum Pepsi dan sekantung besar makanan anjing yang ia temukan di garasi. Dickson lalu menggugat asuransi pemilik rumah dan mengklaim bahwa kejadian itu mengakibatkan ia menderita gangguan mental yang hebat. Dewan juri sepakat untuk memberi Dickson $500.000. Apes banget…

Jerry Williams dari Little Rock , Arkansas. Ia memenangkan ganti rugi $14.500 dan biaya perawatan kesehatan setelah bokongnya digigit oleh anjing tetangga . Anjing itu sendiri terantai diteras tetangganya. Penghargaan tersebut layak untuk diberikan kepada Williams. Juri berpendapat bahwa anjing tersebut mungkin sedikit terpengaruh oleh tindakan William yang saat itu menembaki anjing itu dengan senapan angin berkali-kali.

Sebuah restoran di Philadelphia diperintahkan untuk membayar kepada Amber Carson dari Lancaster, Pennsylvania sebesar $113.500. Carson terpeleset genangan minuman ringan yang menyebabkan tulang lengannya patah. Minuman itu bisa berada di lantai karena Carson melempar minuman itu pada pacarnya ketika bertengkar 30 menit sebelumnya. Belum di pel kali ya…

Pada tahun 1997, Bob Craft dari hot Springs, Montana mengganti namanya menjadi Jack Ass. Tahun 2000 MTV memproduksi acara televisi dengan bintangnya Johnny Knoxville dan Bam Margera dengan judul Jack Ass. Lalu Bob yang sudah berganti nama menjadi Jack Ass ini menuntut pihak MTV sebesar $ 50.000.000 dengan tuduhan plagiat nama.

Selanjutnya adalah Kara Walton dari Delaware. Walton sukses menggugat sebuah night club ketika ia terjatuh ke lantai dari jendela WC umum night club tersebut. Kejadian itu menyebabkan patahnya dua gigi depan Walton. Kejadian itu terjadi ketika ia mencoba menyelinap melalui jendela WC demi menghindari membayar cover charge sebesar $3.50. Ia dianugerahi ganti rugi sebesar AS$12.000 dan biaya perawatan gigi.

Dan yang paling lucu, Merv Grazinsky dari Oklahoma City. Pada November 2001, Grazinsky membeli sebuah mobil caravan Winnebago sepanjang sekitar 9 meter. Dalam perjalanan pertamanya menuju rumah, ia melewati jalan tol, menyetel radio sambil menyetir dengan kecepatan pada 70 mph. Lalu dengan santai, Grazinsky meninggalkan kursi supir ke belakang untuk membuat secangkir kopi . Tidak mengherankan, kendaraan itu keluar dari jalan tol, menabrak, dan terguling. Grazinsky menggugat Winnebago karena tidak menyebutkan dalam buku petunjuk bahwa kendaraan itu tidak bisa melakukan hal tersebut. Ia mendapat ganti rugi sebesar $1.750.000 plus sebuah Winnebago baru. (sampe ketawa guling-guling bacanya…)

Hal-hal seperti tadi juga bisa ditemui di Indonesia. Seperti kasus beberapa waktu yang lalu dimana seorang pasien merasa tidak puas akan pelayanan suatu rumah sakit (yang katanya) internasional, malah si pasien tersebut yang dituntut oleh rumah sakit tersebut dengan tuduhan mencemarkan nama baik. Seharusnya yang menuntut introspeksi diri dulu, apakah benar namanya baik?? Kasus pencemaran nama baik ini sering sekali terjadi. Seakan-akan orang yang salah juga bisa menyalahkan dan bahkan menang.

Di Jaman reformasi sekarang dimana semua harus berdasarkan hukum, seringkali hukum tersebut malah jadi mainan orang yang berkuasa dan punya uang. Demi kepentingan nama baik dan citra tidak jarang orang main tuntut saja orang yang belum tentu salah. Bahkan kasus kecil seperti mengambil sandal dan buah-buahan bisa menjadi masalah besar di pengadilan. Hukumannya pun tidak main-main kadang hingga melebihi yang seharusnya. Mungkin saja kasus-kasus sepele yang jadi besar itu hanya jadi bahan untuk memenuhi target si penegak hukum, kita tidak tahu. Maka dari itu jika ada Stella Awards di Indonesia sepertinya cocok sekali, agar semua orang tau mana bagian dari hukum yang bisa dibuat cacat.

Bisa jadi dasar hukum kita yang tertinggi nantinya jadi UUD (Ujung Ujungnya Duit).

(dari berbagai sumber)

Pos ini dipublikasikan di Apa Aja, Pikiran Kotor, Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s