Dari Jiwa yang Kuat, akan Timbul Tubuh yang Sehat


Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat “Mens Sana In Corpore Sano”. Kata dalam bahasa latin yang terkenal ini dalam bahasa Indonesia kira-kira diartikan “dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”. Kata ini konon merupakan karya dari seorang pujangga romawi dalam sebuah puisinya. Kata-kata ini dikemudian hari hingga sekarang menjadi motivasi bagi tiap orang untuk selalu giat berolahraga agar tubuhnya sehat. Dengan tubuhnya yang sehat maka akan didapat juga jiwa yang kuat.

Papa saya punya pendapat mengenai kalimat ini. Pendapat ini diungkapkan olehnya waktu saya masih kecil dimana sampai sekarang pendapat papa saya itu menjadi pegangan bagi diri saya. Papa saya berpendapat memang dari dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, tapi juga berlaku sebaliknya, dari jiwa yang kuat akan timbul tubuh yang sehat. Kira-kira apa tuh bahasa latinnya??

Kata-kata papa saya itu menjadi pegangan bagi diri saya. Jaman sekarang orang mengenal apa yang disebut dengan sugesti dan motivasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia  dijelaskan bahwa sugesti artinya anjuran, sasaran, dorongan atau pengaruh yang dapat menggerakkan hati orang. Dengan kata lain sugesti bisa digunakan untuk mempengaruhi seseorang dengan menggunakan ucapan-ucapan. Sedangkan motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, atau usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Gabungan dari sugesti dan motivasi ini dapat membuat seorang pasien yang sakit dapat sembuh. Dengan adanya sugesti yang diberikan oleh orang lain seperti dokter, tabib, dll akan menimbulkan motivasi dari diri sesorang yang sakit, sehingga akan membuat jiwanya kuat. Dengan jiwa yang kuat tersebut keyakinan untuk sembuh akan menguat dan akhirnya tubuhnyapun akan kembali sehat.

Saat seseorang sakit, yang dibutuhkannya adalah semangat yang diberikan dari orang yang menengok, bukan belas kasihan. Orang sakit jika diperlakukan seperti pesakitan maka akan timbul beban dari dalam jiwanya tentang penyakit yang dideritanya. Hal ini dapat membuat keadaan si sakit menjadi makin terpuruk.

Saya teringat film PATCH ADAMS. Film yang diperankan oleh Robin Williams yang ceritanya berdasarkan kisah nyata seorang dokter yang bernama Dr. Hunter Campbell “patch” Adams yang melawan ilmu kedokteran kaku yang biasa digunakan, yang hanya melihat pengobatan dari sisi fisik badan saja tanpa melihat sisi rohaniah dari si pasien. Adams menggunakan metode humor untuk terapi para pasiennya. Dengan tertawa maka jiwa si pasien akan terbangun dan termotivasi untuk sembuh. Selain itu juga rasa cinta dan kasih sayang yang diberikan Adams dan kawan-kawannya membuat para pasien tidak lagi memikirkan tentang beratnya penyakitnya sehingga mempercepat kesembuhan si pasien.

Kita juga mungkin masih ingat kepada Ponari, si dukun cilik dari Jombang. Mungkin saja orang-orang yang berbondong-bondong datang kerumah ponari untuk berobat sembuh berkat sugesti yang secara tidak langsung diberikan oleh Ponari. Para pasien meyakini bahwa batu yang dimiliki ponari dapat menyembuhkan, maka dengan keyakinan tersebut si pasien akan sembuh dengan sendirinya.

Metode berserah diri kepada Yang Maha Kuasa juga dapat dilakukan. Dengan kita pasrah kepada Allah, maka akan timbul keyakinan kita bahwa semua adalah milik Allah, termasuk kesembuhan. Dengan keyakinan kepada Yang Kuasa tersebut juga akan membuat jiwa kita kuat untuk menciptakan badan yang sehat.

Papa saya sekarang sedang sakit. Fungsi ginjalnya bisa dikatakan sudah menurun. Dokter-dokter terdahulu memvonis bahwa papa harus cuci darah seminggu 2 kali, dan tidak memberikan harapan yang lain. Menurut pendapat saya para dokter tidak seharusnya begitu. Sugesti dan motivasi untuk sembuh sangat dibutuhkan oleh papa. Saat ini papa sedang menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit holistik di Purwakarta, dimana rumah sakit ini katanya tidak menekankan ke pengobatan secara kimia atu cuci darah. Waktu mengantar papa kesana saya lihat memang rumah sakitnya berkesan sebuah rumah sakit yang nyaman untuk orang-orang yang mungkin seperti papa yang setiap harinya stress dengan keadaan di ibu kota. Dengan kondisi pegunungan, suara aliran sungai terdengar hingga kamar perawatan papa. Burung-burung kecil juga banya hinggap di pohon depan kamar papa. “Padahal pohonnya kecil tapi burung bisa bikin sarang disitu”, kata papa. Yah, bisa jadi hiburan juga untuk papa. Setiap pagi selalu ada olahraga bersama untuk orang sakit sambil diberikan motivasi-motivasi oleh dokter disana. Tempatnya juga ditengah-tengah taman berkumpul bersama pasien yang lainnya. Suatu hal yang tidak akan ditemukan di rumah sakit biasa di Jakarta. Mungkin dengan keadaan yang nyaman dan perlakuan yang tidak seperti dokter di Jakarta akan membuat jiwa papa terbangun untuk segera sembuh dan kondisi papa akan membaik segera.

Cepet sembuh ya pa…

Pos ini dipublikasikan di Apa Aja, Pikiran Kotor, Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Dari Jiwa yang Kuat, akan Timbul Tubuh yang Sehat

  1. nita_kartina@yahoo.com berkata:

    aamiiin, moga2 papanya adiit cepet sehat kembali, nothing possible kan? btw, rumah sakitnta bagus juga ya dit? bisa pake askes ga? komplit juga ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s