Journey to The West


Mungkin kita semua sudah tidak asing lagi dengan kisah Journey to The West, sebuah kisah perjalanan seorang biksu muda dari negeri Tong di timur China hingga menuju India di barat. Dalam perjalanannya Biksu Tong ditemani tiga orang muridnya yaitu si kera sakti, Babi yang merupakan jelmaan dari Panglima langit, dan seorang siluman sungai yang juga merupakan jelmaan dari panglima langit yang dihukum ke bumi (kadang ada yang mengatakan muridnya ada 4, yaitu kuda yang selama perjalanan itu ditunggangi oleh biksu Tong)

Tujuan dari perjalanan itu adalah untuk memperoleh kitab suci di tempat asal dari kitab suci itu. Banyak yang berpendapat bahwa perjalanan itu tidak hanya sekedar untuk memperoleh kitab suci, tapi juga sebagai contoh bagaimana manusia menghadapi kehidupan dengan berbagai rintangan dan halangan yang ada. Memang konon perjalanan Biksu yang memakan waktu bertahun-tahun itu menemui banyak rintangan dan halangan. Banyak siluman-siluman yang ingin memakan daging biksu tong yang masih suci sehingga kesaktian mereka bisa meningkat. Bahkan kesaktian murid-muridnya juga kadang sulit untuk mengatasi rintangan dan halangan yang ditemui. Sebenarnya dengan kesaktian murid-muridnya biksu tong dapat dengan cepat sampai di India. Kera sakti konon dapat terbang diatas awan miliknya. Namun perjalanan tersebut harus dilakukan selangkah demi selangkah.

Cerita Journey to The West ini mungkin hanya legenda. Namun jaman sekarang cerita itu menjadi kenyataan. Seorang pria yang berasal dari Malang, Jawa Timur nekat melakukan perjalanan ke Mekah dengan berjalan kaki. Selangkah demi selangkah seperti yang dilakukan biksu tong. Mungkin jarak yang ditempuhnya akan lebih jauh dibandingkan jarak yang ditempuh oleh biksu tong dan murid-muridnya.

Adalah Indra Azwan, sorang bapak berusia 53 tahun yang sebelumnya telah berjalan kaki dari Malang ke Jakarta untuk mencari keadilan atas kematian anaknya Rifki Andika, yang ditabrak oknum Polisi pada 8 Februari 1993 di Jalan Mayjen S Parman Malang Jawa Timur. Kini ia sudah 19 tahun memperjuangkan keadilan, tapi ia belum menemukannya sebab oknum polisi yang menabraknya sampai kini belum di tindak. Alasannya karena kasus tersebut sudah kadaluwarsa.

Ia sebelumnya pernah melakukan aksi yang sama dan ketika itu dia pernah mengadu langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diberikan bantuan uang tunai sebesar 25 juta. Namun, uang tersebut akhirnya dikembalikannya kepada pihak Istana Negara dengan diantarnya sendiri lagi-lagi dengan berjalan kaki dari Malang ke Jakarta. Dia merasa yang dibutuhkannya bukanlah uang tunai melainkan keadilan untuk almarhum anaknya.

Kali ini setelah mengembalikan uang itu dia tidak akan langsung pulang ke Malang. Melainkan akan melanjutkan perjalanannya hingga ke tanah suci Mekah. Di sana dia akan mengadu kepada Tuhan karena jika dia hanya mengadu kepada manusia tentunya hasilnya akan seperti yang dia rasakan sekarang ini.

Rute yang akan dilewatinya dimulai dari titik awal Istana Negara Jakarta, ke Pelabuhan Merak, Lampung, Riau, Dumai lalu ia akan menyeberang ke Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, Iran, Irak, dan berakhir di Mekkah, Arab Saudi.

“Kalau saya berhasil ke Mekah, saya akan mengadu mencurahkan segala ketidakadilan ini hanya kepadaNYA, dan yakin hanya Allah-lah yang akan menentukan. Entah diberikan azab yang setimpal dari perbuatannya, atau dalam bentuk hukuman lain yang sesuai perbuatannya! Kita lihat saja,” kata Indra Azwan

(dari berbagai sumber)

Pos ini dipublikasikan di Pikiran Kotor, Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Journey to The West

  1. dewi berkata:

    kira hin cerita journey to the west yah lama lama gak sambung sama judul nya!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • aditkilus berkata:

      tapi kan sama-sama ke barat. Kabar terakhir akhirnya ketahan di Myanmar gara2 konflik disana. Akhirnya balik lagi ke Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s