Mau Makan Apa???


“Apa yang kita makan mencerminkan seperti apa diri kita”. Ungkapan seperti itu sudah sering kita dengar, terutama bagi umat muslim yang memiliki batasan-batasan dalam memilih makanan. Tidak hanya soal halal haramnya makanan tersebut tetapi juga soal darimana uang yang digunakan untuk membeli makanan tersebut.

Berbicara soal makanan, banyak sekali ragam makanan yang tersedia didepan mata kita. dari makanan tradisional yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan, hingga makanan modern yang dijajakan di mall-mall. Tapi semua itu kita harus pintar memilihnya. Baik dari segi kandungan gizi, kesehatan, dan tentunya kondisi kantong kita.

Banyaknya jumlah penduduk tentu saja akan menjadi peluang bagi penjual makanan dan bahan makanan. Contohnya seperti di Jakarta dengan penduduk sebesar 9 juta jiwa tentunya akan menjadi pasar tersendiri bagi penyedia makanan dan bahan makanan. Namun masih banyak juga penyedia makanan atau bahan makanan yang berbuat curang dalam menjual. Tidak jarang diantara mereka menggunakan bahan-bahan berbahaya yang dicampurkan kedalam makanan atau bahan makanan yang mereka jual. Tujuannya juga bermacam-macam, ada yang agar tekstur makanan atau bahan makanan menjadi lebih baik, agar makanan atau bahan makanan menjadi lebih awet, dan lain-lain. Banyak contoh-contoh bisa kita lihat di acara-acara investigasi di TV (entah betul atau tidak).

Sebuah pengalaman pernah saya alami. Waktu itu saya sedang menengok papa saya yang sedang sakit di sebuah rumah sakit di Jakarta. Waktu itu saatnya makan siang dan sayapun mengajak anak dan istri saya untuk makan. Kebetulan disekeliling rumah sakit tersebut banyak pilihan makanan. Anaka dan Istri saya waktu itu memesan makanan yang lain dari saya (lupa apa makanannya). Saya memesan mie ayam baso dari warung sebelahnya. Awalnya saya sudah membayangkan nikmatnya menyeruput mie ayam panas-panas. Tetapi waktu saya makan basonya terasa aneh. Teksturnya terasa keras dan tidak elastis. Begitu pula mienya. Saya lalu teringat tontonan investigasi di TV. Langsung saja sumpit dan sendok yang saya pegang langsung saya letakkan karena nafsu makan saya langsung terjun bebas.

Saya buang baso yang saya makan tadi ke lantai. Ada seekor kucing menghampiri dan mencium-cium baso tersebut, tapi dia sepertinya juga tidak nafsu dan ditinggalkannya baso tersebut. Begitu pula dengan kucing kedua dan ketiga. Alamaaak!! Baso apaan tuh??

Saya curiga baso yang saya makan tadi ditambah formalin atau borax, setidaknya ciri-cirinya sama seperti yang saya tonotn di acara investigasi. Tapi kalau memang benar baso tersebut baso berformalin sangat disayangkan karena penjual baso tersebut ada di lingkungan rumah sakit. Apalagi rumah sakit itu adalah rumah sakit pemerintah. Apa setidaknya ada pelayanan dari rumah sakit untuk menjaga jajanan di sekitar rumah sakit.

Ada satu lagi pengalaman waktu itu saya beli daging giling di sebuah hypermarket terkenal. Saya tidak menaruh curiga apa-apa waktu membeli hingga akhirnya saya tumis daging itu di teflon. Tiba-tiba di ruangan dapur saya tercium bau ikan asin yang entah datang dari mana. Saya cium-cium ternyata bau tersebut berasal dari daging giling yang saya tumis. Ada kemungkinan daging tersebut dioplos dengan daging ikan. Saya berfikir positif tidak mengapa kalo diplos sama ikan bener kan gizinya juga sama-sama bagus. Yang menjadi masalah adalah kita membayar untuk daging sapi, bukan oplosan daging sapi dan ikan. Bisa-bisanya hypermarket besar menipu pelanggannya. Tapi saya tidak tau apakah benar dioplos atau tidak makanya sengaja saya samarkan nama Hypermarketnya (kalo ada fotonya juga saya burem-buremin). Tapi masalahnya lagi, bagaimana jika dioplos dengan ikan busuk?? Nah lo!!!

Pos ini dipublikasikan di Pikiran Kotor, Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mau Makan Apa???

  1. nita_kartina@yahoo.com berkata:

    yang pertama tadi : kayaknya itu baso kuching dith,he,, makanya kucingnya juga ga mau, ah abis asemmm,,, kadang dipikir2 terlalu banyak nonton juga malah jadi takut, jadi bingung mau jajan apa,, ya gitu dech,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s