Produksi Benih Kentang Aeroponik


CIMG0088Kentang merupakan salah satu komoditas tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Produksi kentang tahun 2011 mencapai 955.488 ton. Konon katanya ditargetkan produksi kentang akan terus tumbuh. 

Meningkatnya produksi kentang ini juga tentunya harus diiringi dengan penyediaan benih kentang bermutu dari segi kualitas dan kuantitas yang dapat dengan mudah diperoleh dan didapatkan oleh petani. Benih berkualitas sangat dibutuhkan karena merupakan salah satu faktor yang menentukan sukses tidaknya kegiatan budidaya.

Dalam perbenihan kentang dikenal level G0-G4. Benih G0 merupakan benih umbi kentang hasil tanaman kultur jaringan yang ditanam hingga besar dan menghasilkan umbi. Umbi G0 ini kemudian ditanam lagi hingga menghasilkan umbi yang disebut G1. Umbi G1 kemudian akan ditanam lagi hingga menghasilkan G2 dan seterusnya. Dalam peraturan perbenihan kentang di Indonesia dikenal hingga benih G4. Benih G4 merupakan benih yang siap disebar ke petani (walaupun banyak di petani yang sudah menanam kentang G2 atau G3).

Sebenarnya kentang dapat ditanam hingga berulang-ulang kali hingga tingkat benih G berapapun. Namun kualitas benih sudah tidak lagi terjamin karena dalam perjalanannya akan mengakumulasi penyakit-penyakit yang masuk dalam budidaya. Selain itu tingkat produktivitasnya juga akan menurun.

Salah satu terobosan teknologi dalam memproduksi benih kentang G0 adalah dengan menggunakan teknologi Aeroponik. Kesempatan mengunjungi Pak Hendra penangkar benih kentang G0 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat menunjukkan betapa produksi benih kentang menggunakan aeroponik benar-benar efisien. Dengan menggunakan teknologi aeroponik ini benih kentang G0 dapat diproduksi lebih banyak dari satu pohon. Jika dalam teknologi konvensional menggunakan tanah dan pupuk kandang dalam satu polybag hanya dapat diperoleh 3-5 umbi kentang G0, maka menggunakan teknologi aeroponik dapat dihasilkan 25-40 benih kentang G0.

umbi kentang aeroponik yang menggantung

umbi kentang aeroponik yang menggantung

Pak Hendra yang juga merupakan pegawai Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Lembang tersebut menceritakan pada awalnya banyak orang yang ragu jika perbenihan kentang bisa diusahakan secara aeroponik. Namun setelah dirinya mencoba banyak yang kemudian ikut mencobanya.

Produksi kentang aeroponik biasanya dilakukan di ruangan yang terkontrol semacam rumah kaca/plastik dimana didalam rumah tersebut terdapat beberapa bak fiberglas yang digunakan untuk budidaya. “Bisa juga menggunakan terpal yang dibentuk seperti bak namun umurnya tidak tahan lama”, begitu jelas Pak Hendra. Bak fiberglas tersebut kemudian disetting sedemikian rupa dan diatasnya ditutupi styrofoam yang telah dilubangi untuk tempat pohon kentang. Instalasi aeroponik juga dipasang dan dinyalakan selama 24 jam. Sekilas mungkin terlihat biaya yang dikeluarkan akan besar karena listrik harus terus menyala. Namun Pak Hendra mengatakan dalam 1 pohon biaya yang dkeluarkan sekitar Rp. 4000 selama 3 bulan. Cukup ekonomis mengingat hasil yang diperoleh.

Aklimatisasi benih dengan air

Aklimatisasi benih dengan air

Teknologi aeroponik bukanlah teknologi yang rumit. Instalasi yang digunakan oleh Pak Hendra juga merupakan instalasi yang sederhana. Sebelum pohon kentang diletakkan di instalasi aeroponik, pohon kentang tersebut akarnya diaklimatisasi terhadap air yang terus mengalir. Instalasi aklimatisasinya juga sederhana hanya menggunakan air bernutrisi yang diresirkulasi menggunakan pompa.

Pak Hendra mengatakan penangkar G1 (level kentang yang selanjutnya) biasanya akan lebih senang dengan benih kentang G0 aeroponik. Sebabnya pada kentang G0 aeroponik dapat menghasilkan tunas lebih dari 1 yang biasanya pada kentang G0 yang diproduksi secara konvensional di tanah hanya dapat memperoleh 1 tunas. Mungkin karena nutrisi yang diperoleh terus-menerus dari aeroponik yang menyebabkan kentang G0 aeroponik bisa memproduksi banyak tunas, begitu jelas Pak Hendra.

Benih kentang yang disimpan

Benih kentang yang disimpan

Yang pasti teknologi produksi kentang G0 menggunakan aeroponik ini merupakan teknologi mudah yang dapat dilakukan. Dengan ini produksi dapat dilakukan di daerah-daerah yang membutuhkan pasokan benih kentang. Contohnya seperti di Kabupaten Karo Sumatera Utara yang selama ini petani kekurangan benih kentang bermutu. Petani di karo biasanya menggunakan kentang entah sudah G berapa. Dengan menerapkan teknologi ini di Karo, produksi kentang dapat dengan mudah mendapatkan benih yang terjamin.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Produksi Benih Kentang Aeroponik

  1. bhimo berkata:

    mas adit, apakah dapat diinfokan alamat dan kontak nya pak hendra
    terimaksih banyak sebelumnya

  2. rohmat supriatna berkata:

    wuih mantap banget pak,,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s