Keragaman Durian di Tanah Bangka (Petualangan di Babel 1)


CIMG0633

Kebun durian di Bangka Barat

Dulu bagi saya durian merupakan buah yang biasa saja. Kalo ada saya ga sebegitu menginginkan, kalo ga ada juga saya ga mencari-cari. Bahkan jika terlalu banyak makan durian, saya akan seperti orang yang tidak suka durian dan akan jatuh mabok. Tapi semenjak bekerja di hortikultura, saya jadi suka makan durian.

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi tanah Bangka, sebuah pulau di timur Pulau Sumatera yang dulu merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, sejak tahun 2001 berpisah menjadi sebuah provinsi sendiri yaitu Provinsi Kepualauan Bangka Belitung. Kunjungan saya kali ini adalah untuk mengkaji mengenai daya saing Durian. Daerah yang saya kunjungi saat itu adalah Kabupaten Bangka Barat, sekitar 3 jam perjalanan dari ibukota Provinsi Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Menurut angka statistik, Kabupaten Bangka Barat merupakan dengan angka produksi durian terbesar di Pulau Bangka, bahkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun angka produksi tersebut ternyata bukan dari produksi durian yang benar-benar dipelihara secara komersil. Melainkan dari produksi pohon-pohon tua yang ditanam pendahulu-pendahulu mereka dahulu. Pada kesempatan itu saya diantar Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Barat. Kami pertama mendatangi kelompok petani yang ada di kecamatan Kelapa. Disitu selain menggali informasi, kami juga disuguhi berbagai jenis durian. Ada yang warnanya kuning, putih, dan agak cokelat. Ketebalannya juga bemacam-macam. Pokoknya benar-benar kenyang durian waktu itu. Dari situ juga kami juga mengetahui bahwa durian dari Pulau Bangka tersebut tidak sampai dijual keluar pulau. Namun meskipun begitu harganya sangat tinggi, bahkan saat itu dipetani harganya mencapai Rp. 35.000/buah. Saya mengambil kesimpulan sementara bahwa orang bangka “jago” makan durian, karena harga tinggi dijualnya tidak sampai keluar pulau sudah habis.

Belum diketahui pasti berapa jumlah varietas durian yang ada di Pulau Bangka. Setelah dari kecamatan Kelapa kami bertemu dengan seorang pengusaha bibit durian bernama Pak Huris (kalo saya ga salah dengar namanya) di Kota Muntok, ibukota Kabupaten Bangka Barat. Beliau adalah seorang petani yang memproduksi bibit-bibit durian sekaligus mengkoleksi varietas-vaietas durian yang ada di Pulau Bangka. Pak Huris telah berhasil mengkoleksi sebanyak 43 varietas / jenis durian yang ada di Pulau Bangka di tanahnya yang seluas 6 hektar. “Itu belum semua, masih banyak jenis durian di Pulau Bangka yang belum saya kumpulkan”, begitu ucapnya.

Dari 43 jenis durian yang dikoleksi jika dirangking 5 jenis durian yang paling banyak diminati bibitnya adalah jenis super tembaga, namlung, sijantung, dan 2 lagi saya lupa. Dari informasi yang saya peroleh dari peneliti senior, Durian namlung merupakan durian asli Pulau Bangka yang merupakan durian pemenang kontes durian beberapa tahun yang lalu dan telah dilepas oleh menteri Pertanian sebagai Varietas Durian Unggul.

Beberapa jenis Bibit durian milik Pak Huris tersebut sudah dijual hingga keluar pulau. Bahkan dari trubus juga pernah memesan bibit durian kepada Pak Huris. Sepertinya Pak Huris ini bukan petani yang main-main karena jika dilihat luas tanahnya dan usahanya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Pada kesempatan itu saya juga bertemu dengan orang yang sepertinya mau memulai usaha durian diantar oleh serang lainnya yang pernah menjadi juara kontes durian di Kabupaten Bangka Barat. Durian yang dijuarainya katanya juga berasal dari kebun Pak Huris.

Di daerah yang jauh dari ibukota dan sumber pengetahuan tersebut bahkan Pak Huris sudah menguasai tentang teknologi-teknologi perbanyakan bibit durian. Saya berlatar belakang sosial ekonomi hanya terbengong bengong melihat Pak Huris berbicara tentang teknologi perbanyakan durian.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Keragaman Durian di Tanah Bangka (Petualangan di Babel 1)

  1. nita berkata:

    wah hebat tuh pak Huris keren…

  2. Edy Rofiandy berkata:

    Bukan Pak Huris tp Pak Nurhulis, dipanggil Ulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s