Kelekak (Petualangan di Babel 2)


CIMG0641Waktu survey mengenai Durian dan Manggis di Provinsi Bangka Belitung, saya belajar mengenai budaya lokal orang Bangka Belitung yang disebut dengan “Kelekak”. Dalam bahasa lokal Kelekak merupakan kependekan dari “Kelak kek ikak” atau dalam bahasa Indonesianya Kelak untuk kalian. Pertanyaannya sekarang apa yang untuk kalian? dan Kaliannya itu siapa?

Dari cerita orang-orang yang saya survey, kelekak adalah budaya dari orang-orang tua mereka dulu yang menanam pohon-pohonan seperti durian, manggis, rambutan, cempedak serta pohon-pohon keras lainnya. Gunanya bermacam-macam, ada yang digunakan sebagai pembatas antar tanah, ada yang memang ingin diambil buahnya, dan lain-lain. Pohon-pohon tersebut ditanam dan dibiarkan saja tumbuh. Perawatannya diserahkan sepenuhnya kepada alam, sehingga pohon-pohon tersebut seringkali terdapat di hutan-hutan sebagai kebun tua yang ekstensif.

budaya kelekak ini mungkin merupakan budaya penghijauan yang sudah ada sejak jaman dulu sebelum orang-orang sekarang berteriak-teriak “Go Green” karena lingkungan yang sudah tidak terurus. Karena buah-buahan tersebut umurnya lama dan juga umur mulai berbuahnya lama, maka yang akan memanennya bisa jadi keturunan dari orang yang menanam.

Budaya ini merupakan kearifan lokal yang sangat baik. Orangtua meninggalkan warisan yang akan terus menghasilkan untuk keturunannya.  Saya baca dari sebuah blog mengenai pesan dari kelekak ini adalah jikalau menanam kebaikan yang hanya mengharapkan se-mata-mata untuk generasi kita, tidak akan pernah mau bebuat kebaikan. Yang pasti kita generasi sekarang tidak ingin membuat generasi selanjutmya merasa bangga dengan generasi sebelum mereka.

Saat ini teknologi budidaya buah-buahan sudah maju. varietas-varietas unggul baru juga sudah banyak dilepas dan dengan mudah didapatkan. Dengan teknologi yang ada, generasi sekarang bisa mengulang lagi kelekak yang dilakukan pendahulu mereka dan dapat memberikan hasil lebih besar dan lebih baik kepada generasi penerusnya.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s