Menyatukan Horticulture dan Aquaculture


Sebagai seorang sarjana perikanan saya memiliki beban untuk memajukan perikanan di Indonesia. Namun saya sekarang malah bekerja di bidang hortikultura. Beberapa teman saya malah mengatakan saya murtad dari perikanan. Namun apa mau dikata, semua tuntutan perut dan dapur dirumah. Alhasil pekerjaan di bidang hortikultura saat ini harus dijalani dan dinikmati. Seiring dengan berjalannya pekerjaan saya di bidang hortikultura, ternyata masih ada beberapa di bidang hortikultura yang bisa disambungkan dengan budidaya perikanan, dan hal itu baru saya ketahui (namanya juga belajar…).

Hortikultura (horticulture) menurut yang saya baca di wikipedia berasal dari bahasa latin yang artinya budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Hortikultura memfokuskan ke budidaya tanaman buah, bunga, sayuran, obat-obatan, dan lansekap. Sedangkan Budidaya perikanan (aquaculture) menurut yang saya pelajari definisinya adalah memelihara organisme air didalam ruangan terbatas dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Lalu apa hubungan keduanya? Pertama, menurut Undang-Undang Hortikultura, komoditas tanaman hortikultura termasuk tanaman air yang berfungsi sebagai estetika. Sedangkan menurut definisi aquaculture, organisme yang hidup di air dan dapat mendatangkan keuntungan merupakan komoditas aquaculture, termasuk tanaman hias air. Waktu belajar di budidaya perikanan dulu saya mengenal adanya aquascaping yaitu menata tanaman hias air (yang merupakan komoditas horticulture dan aquaculture) di dalam akuarium yang merupakan ruangan terbatas. Akhirnya setelah mempelajari definisi-definisi diatas saya memutuskan untuk meyakini bahwa aquascaping merupakan kegiatan memelihara komoditas hortikultura di ruangan terbatas untuk memperoleh keuntungan. Hal tersebut lalu saya tuangkan dalam tulisan saya pada seminar Balai Penelitian Tanaman Hias, yang membicarakan mengenai identifikasi peluang dan permasalahan dalam budidaya dan pemasaran tanaman hias air tawar.

Kedua, Kementerian Pertanian lewat Badan Litbangnya sedang menggalakkan apa yang disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Bentuknya mirip-mirip konsep urban farming dimana masyarakat diajak memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga. Salah satu yang dapat menjadi alternatif adalah teknologi akuaponik, dimana teknologi tersebut merupakan teknologi budidaya ikan (aquaculture) dan air limbah budidayanya digunakan sebagai nutrisi tanaman (hidroponik). Teknologi Akuaponik (atau Badan Litbang Pertanian  menyebutnya “Vertiminaponik”, -masing-masing punya merk sendiri-sendirilah-) ini menyatukan Aquaculture dan Horticulture dengan memelihara ikan dibawah, kemudian air media pemeliharaan ikan akan dialirkan menuju tempat pemeliharaan sayuran, dimana feses dan sisa-sisa pakan dari ikan yang terbawa air akan menjadi nutrisi bagi tanaman-tanaman sayuran seperti kangkung, bayam, dll.

Jadi ga bisa lagi bilang saya murtad…

Pos ini dipublikasikan di Perikanan, Pertanian dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s