Kerabat-kerabat manggis


20140124_162221

Kerabatnya manggis.

Melanjutkan tulisan terdahulu yaitu bumbu masak dari manggis, kali ini saya coba untuk mengkaji buah-buahan kerabat manggis yang ada di Sumatera Barat. Tepatnya di Nagari (desa) Latang, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung. Lewat proyek kerjasama antara Puslitbang Hortikultura dan Bioversity International saya berkesempatan mengunjungi komunitas Latang ini. Di nagari ini masyarakat mengenal beberapa buah kerabat manggis yang sudah dimanfaatkan atau bahkan belum pernah dimanfaatkan sama sekali dimana khususnya saya di Jakarta hanya mengenal manggis yang biasa dijual dan dikonsumsi sebagai buah segar.

Pertama adalah asam kandis yang sudah biasa digunakan oleh orang-orang sumatera sebagai bumbu masak. Fungsinya adalah sebagai pemberi rasa asam pada masakan sehingga sangat cocok untuk dijadikan bumbu untuk memasak asam padeh, rendang, dan sebagainya. Untuk orang jawa mungkin pemberi rasa asam di massakannya menggunakan asam jawa. Tapi bagi orang Sumatera penggunaan asam kandis sudah umum (begitu kata istri saya). Menurut warga Latang, pohon asam kandis banyak terdapat di nagari mereka, berada di tengah-tengah kebun karet dan hutan. Asam kandis ini berbuah sepanjang tahun tidak mengenal musim berbuah. Di Nagari Latang, orang biasa mengeringkan asam kandis ini di panas atahari. Harga jualnya juga murah sekitar Rp. 1000 segenggam. Padahal di Bogor tepatnya di supermarket harga 1 bungkus kira-kira satu genggam tadi dibagi 4 mencapai Rp. 2500. Istri saya yang orang sumatera sering beli asam kandis di Bogor untuk masak.

Asam kandis segar

Asam kandis segar

Asam kandis yang sudah kering dijemur

Asam kandis yang sudah kering dijemur

Asam kandis dalam masakan gulai ikan asam padeh (ikannya tinggal tulang)

Asam kandis dalam masakan gulai ikan asam padeh (ikannya tinggal tulang)

Kedua adalah asam gelugur. Masyarakat biasa menggunakan sebagai bahan obat-obatan. Buah asam gelugur dipotong-potong kemudian dikeringkan. Buah asam gelugur yang telah kering tadi kemudian dapat diseduh dengan air panas dan dipercaya sebagai obat pelangsing  dan obat sakit perut.

Asam gelugur

Asam gelugur

Ketiga adalah manggis jepang. Ada dua jenis manggis jepang yang dikenal oleh masyarakat latang. Nama ilmiahnya juga masih dikaji apa saja. Waktu saya tanya kenapa dsebut manggis jepang, orang sana bilang kata orang-orang tua dulu waktu jaman penjajahan Jepang, ada orang yang melihat buah itu dimakan sama tentara Jepang yang ada di Sijunjung, sedangkan masyarakat saja tidak ada yang memakannya. Manggis jepang ini selama ini sama sekali belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena masyarakat tidak tahu untuk apa. Kulitnya yang tebal membuat manggis jepang ini susah dibuka. Tapi waktu terakhir ke Nagari Latang, masyarakat sana mulai mencoba mengolah manggis jepang tadi menjadi jus. Rasanya lumayan enak, asam-asam segar. Tapi belum diketahui efek selanjutnya karena menurut peneliti Balai Penelitian Buah Tropika beberapa hari setelah minum jus manggis jepang jadi sering buang air. Walah.. mungkin cocok untuk dijadikan obat cuci perut. Tapi alhamdulillah saya tidak sampai buang-buang air.

Manggis jepang 1

Manggis jepang 1

Manggis jepan 2

Manggis jepang 2

Sebenarnya kerabat-kerabat manggis tadi sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi komunitas Latang. Asam kandis mungkin bisa dipacking lebih menarik agar bisa langusng masuk ke supermarket-supermarket. Bahkan dari kunjungan ke Kabupaten Pariaman, asam kandis di sana sudah dijual hingga Malaysia walaupun masih curah. Asam gelugur bisa diteliti lagi kandungan didalamnya dan kemudian dipacking semenarik mungkin sebagai obat herbal. Begitu pula manggis jepang dapat juga dicari kegunaan lainnya yang belum terungkap.

Kerabat-kerabat manggis ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Nagari Latang atau masyarakat sumatera pada umumnya. Bahkan sudah masuk menjadi budaya mereka, seperti halnya pada budaya berbahasa lewat pantun yang sering ditemui pada buku pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar.

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam siriang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Mengingat badan tidak sembahyang

Pos ini dipublikasikan di Apa Aja, Pertanian dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s