Memasarkan Keanekaragaman Buah Mangga


20131129_082035Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati tropika terbesar di dunia, dan memiliki berbagai jenis buah-buahan yang khas dari segi citarasa, bentuk dan warna. Bahkan indonesia merupakan salah satu dari delapan pusat keanekaragaman genetika tanaman di dunia khususnya buah-buahan tropis. Salah satu buah-buahan tropika yang terdapat di Indonesia adalah Mangga.

Melalui kerjasama Puslitbang Hortikultura dengan Bioversity International dalam kegiatan “Conservation and sustainable use of cultivated and wild tropical fruit diversity: promoting sustainable livelihoods, food security and eco-system services” , beberapa peneliti dari Puslitbang Hortikultura yaitu Nurmalinda, Adhitya Marendra, dan Dian Kurniasih, peneliti dan penyuluh dari BPTP Kalimantan Selatan dan Balittra beserta Mr. Hugo Lamers dari Bioversity International tanggal 21-24 Maret 2014 yang lalu mengadakan kegiatan pemasaran ke dua lokasi pusat kenaekaragaman mangga di Kalimantan Selatan yaitu Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dan Desa Telaga Langsat, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari potensi-potensi pemasaran dari berbagai jenis mangga yang ada baik yang sudah dimanfaatkan sebelumnya atau belum pernah dimanfaatkan, baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan. Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan nilai tambah bagi keanekaragaman buah mangga tadi sehingga konservasi keanekaragaman buah mangga oleh komunitas dapat berjalan jika komunitas dapat mengambil manfaat dari kegiatan konservasi ini.

Dari identifikasi yang dilakukan sebelumnya, di Sungai Tabuk terdapat 16 jenis mangga, sedangkan di Telaga Langsat terdapat 18 jenis mangga dari berbagai spesies dan varietas. Beberapa dari jenis mangga tersebut telah dimanfaatkan sebelumnya baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk olahan seperti dodol, sirup, selai, sambal, asinan, dan jus. Jika keanekaragaman buah mangga ini dapat dijual maka komunitas dapat tertarik untuk tetap memelihara keanekaragaman buah mangga ini.

Namun yang terjadi saat ini kegiatan pemasaran hanya terbatas pada penjualan buah segar. Sebenarnya komunitas melalui Kelompok Wanita Tani telah membuat olahan dari beberapa jenis mangga lokal seperti kasturi, binjai, kuini, dan lain-lain. Namun olahan tersebut belum pernah dijual secara komersial, hanya untuk dipamerkan pada saat pameran pada tingkat kecamatan dan desa saja.

Ada beberapa metode yang digunakan dalam kegiatan ini pertama dengan membuat impact filter untuk menentukan jenis-jenis mangga yang berpotensi untuk dipasarkan beserta bentuk olahannya, kedua dengan menggunakan role play untuk menggambarkan rantai pemasaran yang panjang, dan ketiga dengan mengunjungi pasar-pasar potensial untuk mengetahui keinginan konsumen terhadap produk-produk yang dapat dihasilkan dari kegiatan konservasi buah mangga.

Dari survey terhadap pasar-pasar potensial yaitu warung-warung, kantin sekolah, toko oleh-oleh, dan beberapa tempat wisata diperoleh hasil bahwa produk segar dan olahan dari beberapa jenis buah mangga berpotensi untuk dipasarkan. Hanya saja butuh sentuhan lebih pada segi bentuk pengemasan dari produk-produk tersebut.

20140321_164336

Impact filter untuk menentukan jenis mangga yang berpotensi serta produk olahannya

20140321_175431

Keterlibatan komunitas dalam menyusun impact filter pemasaran jenis-jenis mangga

IMG_0294

Role Play untuk menggambarkan rantai pemasaran

IMG_0323

Survey pasar di pasar terapung Banjarmasin

Pos ini dipublikasikan di Apa Aja, Pertanian dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s