Apabila Nabi Yusuf Hidup di Jaman Sekarang


Melihat Indonesia Lawyers Club (ILC) beberapa malam yang lalu yang membahas mengenai perberasan nasional, saya jadi belajar sedikit mengenai perberasan. Makanan pokok orang Indonesia yang menjadi komoditas politis dan lambang kecukupan pangan nasional ini ramai diperbincangkan belakangan ini karena adanya pihak-pihak tertentu yang mungkin merasa dirugikan akibat adanya suatu sistem agribisnis perberasan yang tidak biasa. Saya sebagai seorang peneliti sosial ekonomi pertanian ikut belajar dari acara terebut. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Pertanian, Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Paperless Data Management


Bagi para peneliti maupun mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan penelitian mungkin sering dihadapi permasalahan dalam manajemen data penelitian yang dilakukan. Apalagi bagi para peneliti atau mahasiswa tingkat akhir yang memiliki penelitian dengan jumlah sampel yang besar sehingga menghasilkan data yang banyak. Saya memiliki pengalaman dalam melakukan survey sosial ekonomi dimana saya membawa pulang tumpukan kuesioner yang harus ditabulasi. Begitu pula waktu saya melakukan penelitian teknis membantu peneliti senior di kantor dengan mengukur panjang dan lebar buah mangga. Setibanya di kantor saya harus melakukan tabulasi untuk data-data yang saya kumpulkan waktu penelitian tersebut ke dalam format excel agar lebih mudah diolah. Jika jumlah datanya hanya memenuhi syarat sebaran normal 30 data mungkin tidak begitu menjadi masalah dalam tabulasi datanya. Namun apabila data yang dikumpulkan berjumlah ratusan atau bahkan ribuan maka akan menemui masalah tersendiri dalam manajemen datanya terutama tabulasi data yang akan memakan waktu yang lama. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Apa Aja, Pikiran Kotor, Uncategorized | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Menghadapi Tes IELTS ala Kantong Kering


Saat ini saya sedang berjuang untuk bisa melanjutkan sekolah saya ke jenjang yang lebih tinggi. Cita-cita saya adalah sekolah di luar negeri untuk menambah pengalaman dan jaringan saya agar dapat berguna untuk saya dan tim saya kedepannya. Beberapa upaya sudah saya lakukan dimana salah satunya adalah mengikuti tes IELTS. Di kantor tempat saya bekerja sebenarnya ada program persiapan bagi para peugas belajar ke luar negeri dimana para calon petugas belajar akan diikutkan kursus Bahasa Inggris persiapan untuk tes. Namun entah kenapa meskipun saya sudah mendaftar nama saya tidak juga dipanggil. Sedangkan orang-orang yang bersamaan dengan saya pendaftarannya bahkan saat ini sudah berangkat sekolah ke luar negeri. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , | Meninggalkan komentar

Berpetualang di Negeri Kincir Angin (Part 6: Euro Trip)


Tiga minggu training pastinya ketemu 2 kali weekend. Waktu weekend kalo cuma diisi dengan tidur-tiduran dikamar saja mungkin gausah jauh-jauh ke negeri kincir angin. Apalai Belanda merupakan pintu masuknya Eropa. Banyak negara-negara Eropa yang dapat ditempuh dari Belanda. Ya betul, watunya jalan-jalan… Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Berpetualang di Negeri Kincir Angin (Part 5: Horticulture in Netherlands)


Sebagai orang yang bisa dibilang baru dalam dunia hortikultura, saya senang sekali mendapat kesempatan untuk mempelajari hortikultura di negara lain. Horticulture sector development for emerging markets. Itulah judul dari training yang saya ikuti di Wageningen, Belanda pada tanggal 9-27 Mei 2016. Disini saya mempelajari mengenai konsep rantai nilai pada bisnis hortikultura di Negara Belanda. Beberapa diantaranya dapat diterapkan di Indonesia dan beberapa diantaranya yang lain mungkin masih berat untuk dapat diterapkan karena membutuhkan modal yang tidak sedikit. Selengkapnya…

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Berpetualang di Negeri Kincir Angin (Part 4: Negeri penuh bunga)


20160514_120318Bagi bangsa Indonesia mungkin komoditas tanaman hias apalagi bunga bukan merupakan prioritas dalam pembangunan pertanian. Kenapa seperti itu? Jawabannya simple, karena kita tidak makan bunga. Pembangunan pertanian di Indonesia masih fokus kepada pemenuhan pangan rakyatnya yang berjumlah 250 juta jiwa. Rakyat kita belum memikirkan masalah tanaman hias yang merupakan kebutuhan sekunder atau bahkan tersier yang mungkin hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki uang lebih. Saat ini yang dipikirkan bagaimana agar seluruh rakyat Indonesia dapat tercukupi kebutuhan pangannya dan mudah mengaksesnya (dalam arti bisa membelinya). Berbeda dengan Belanda yang negara maju yang akses terhadap pangan sudah bagus, dimana kebutuhan pangan sudah tidak lagi menjadi masalah. Selengkapnya…

Dipublikasi di Pertanian, Uncategorized | Tag , , , , , , , , | 2 Komentar

Berpetualang di Negeri Kincir Angin (Part 3: Meet the Netherlands)


Tiga minggu di Belanda tidak lengkap kalo tidak jalan-jalan mengetahui seperti apa sih negara ini. Sebuah negara kecil yang pernah menguasai Indonesia di masa lalu yang katanya bagus dan indah. Katanya dari ujung barat ke ujung timur Belanda hanya ditempuh selama 3,5-4 jam, dan ujung utara hingga ujung selatan selama 5 jam dengan kecepatan normal di freeway. Jalan-jalan pertama saya adalah hanya sekedar berjalan kaki melihat-lihat sekitar hotel Hof van Wageningen. Hotel yang saya tempati tersebut bisa dibilang berada di tengah-tengah Wageningen. Di dekat hotel ada pusat kota berupa jalan lorong (mereka menyebutnya Centrum) yang hanya bisa dilewati sepeda dan pejalan kaki. Selengkapnya..

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , , , , , | Meninggalkan komentar