Pada tahun 1273, setelah pengepungan yang berlangsung selama enam tahun, Kota Xiangyang—benteng pertahanan terakhir Dinasti Song—akhirnya jatuh ke tangan bangsa Mongol yang dipimpin oleh Kubilai Khan. Pertempuran ini menandai berakhirnya Dinasti Song dan permulaan kekuasaan Dinasti Yuan di daratan Tiongkok. Dalam pertempuran ini, gugurlah Kwee Cheng, Pendekar Pemanah Rajawali, beserta istrinya Oey Yong, dan dua anak mereka, Kwee Hu dan Kwee Poh-lou. Hanya satu anak Kwee Cheng yang berhasil selamat dan selanjutnya meneruskan warisan keluarga di dunia persilatan, yakni Kwee Siang. Ia melarikan diri membawa warisan penting keluarganya: Pedang Langit.
Baca lebih lanjutPedang Langit, Golok Pembunuh Naga, dan Pedang Naga Puspa
Mufakat membawa berkat
Kata-kata dalam bahasa Indonesia/melayu ini kurang lebih artinya jika kita bekerja bersama-sama dan menyepakati dengan kesungguhan hati, maka itu akan membawa berkah bagi semua orang. Ini yang sering dikatakan oleh supervisor PhD saya, Associate Professor Ammar Abdul Aziz. Beliau selalu menekankan pentingnya bekerjasama dengan orang lain, ga “nge-keep“, dan selalu bertukar pikiran dengan orang lain. Bahkan untuk sebuah pekerjaan yang sifatnya pribadi, tidak ada salahnya kita bekerja sama dengan orang lain. Contohnya adalah dalam pengerjaan disertasi. Saya bekerjasama dengan orang lain yang lebih memahami metode yang saya gunakan pada disertasi saya. Hasilnya, pekerjaan saya selesai, dan saya juga memiliki jaringan baru dan mendapatkan kesempatan untuk ikut berkontribusi di pekerjaan rekan yang membantu saya dalam penyelesaian penelitian saya tersebut. Ini juga yang membuat saya termotivasi untuk selalu berbagi informasi. Tujuannya agar saya dapat selalu membuka jaringan selebar-lebarnya untuk membawa keberkahan minimal bagi saya pribadi, dan saya yakin dapat membawa keberkahan juga bagi yang lain. Kata-kata “mufakat membawa berkat” ini juga ternyata merupakan bagian dari pendekatan systems thinking, sesuatu yang saya pelajari mungkin sejak dari 2012 (waktu itu saya setengah-setengah belajarnya).
Baca lebih lanjutJalan-jalan ke Melbourne (Part 3-Khasnya Melbourne dan makan padang)
Hari ketiga
Hari ketiga kami bangun agak siang. Rencananya kami akan mengunjungi beberapa tempat ikonik di Melbourne. Shrine of Rememberence, Brighton Bathing Boxes, dan Victoria State Library ada di daftar tujuan kami hari itu, selain tempat-tempat lain yang kami lewati. Tapi kami juga bercita-cita untuk menikmati masakan padang yang ada di Melbourne. Dua restoran padang, Tambo Ciek dan Salero Kito, menjadi target kami untuk makan siang dan makan malam.

Jakarta Time
